Pasar Brastagi 1909

Pada tahun 1909 dikeluarkanlah surat tertanggal 18 Maret 1909 yang menyatakan 6 bagian Tanah karo:
1. Liugga en O u d e r h o o r i g h e d e n ;
2. Baroe Djahé en O u d e r h o o r i g h e d e n ;
3. Soeka en O u d e r h o o r i g h e d e n ;
4. Sarinembah en O u d e r h o o r i g h e d e n ;
5. K o e t a B o e l o e h en O u d e r h o o r i g h e d e n ;
6. Si L i m a K o e t a . (V K o e t a ),
Hotel De Boer 1909

Hotel DE BOER ini berada disebelah barat laut Lapangan Esplanade (Lapangan Merdeka), beberapa meter dari Witte Society dan kantor pos besar Medan. Hotel ini dibuat menurut nama pemiliknya Aeint Herman De Boer dengan pengalaman sebagai part-proprietor dari Hotel GRIM di Surabaya, tuan De Boer datang ke Medan pada tahun 1899. (Look Hotel De Boer 1899)
Awalnya merupakan hotel milik perusahaan Belanda dengan nama NV Hotel Mijn De Boer ini mulai dioperasikan sekitar 1878. Dalam sejarahnya, Hotel De Boer ini merupakan hotel tempat tamu-tamu istimewa menghabiskan waktu liburan atau singgah di Medan untuk urusan bisnis. Hotel ini juga pernah disinggahi orang-orang terkenal, seperti Raja Leopold dari Belgia dan matamata yang sangat terkenal di dunia spionase,Mata Hari.Wanita cantik bernama asli Margaretha Zelle ini memiliki kode rahasia H21.Kariernya diawali sebagai seorang penari. Kecantikan dan kemampuannya menari menjadi modal dalam menjalankan tugasnya menjadi matamata, tetapi hidupnya berakhir di tangan regu tembak tentara Prancis.
Page 8 of 92

























